Memilukan, Bayi Lahir dengan Otak Terburai

Selasa, 1 Maret 2011 00:02 wib
1 Share82Email0
Bayi dengan otak terburai di Grobogan, Jateng. (Dok: Sun TV)

Bayi dengan otak terburai di Grobogan, Jateng. (Dok: Sun TV)

GROBOGAN– Seorang bayi laki-laki lahir dengan kondisi otak terburai di Rumah Sakit Umum Dokter Soedjati, Grobogan, Jawa Tengah. Keluarga bingung tidak memiliki biaya untuk mengoperasi sang Buah Hati.

Bayi mungil yang baru berusia 13 hari ini masih berada di ruang perawatan Cempaka RSU Dokter Soedjati Purwodadi. Anak pasangan Paryadi dan Susilowati, warga Desa Randu Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, ini mengalami kelainan di kepala.

Susilowati hanya bisa menagis saat melihat kepala anaknya yang sangat memprihatinkan. Menurut Susilowati, saat berada dalam kandungan kondisi janin sehat dan tidak ada tanda-tanda aneh. Bahkan dia rutin kontrol ke bidan.

Orangtua bayi yang hanya bekerja sebagai buruh kini dihantui ketakutan kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk operasi anaknya.

“Saya sudah habis-habisan dan tiak punya biaya lagi untuk mengobati anak saya biar bisa sembuh normal. Sudah 13 hari saya di rumah sakit, sementara suami hanya buruh yang penghasilanya tidak cukup untuk makan,” keluh Susilowati, Senin (28/2/2011).

Menurut dokter spesialis anak RSU Soedjati, Muhadjir, kelainan pada kepala bayi tersebut merupakan bawaan sejak lahir dan disebabkan beberapa faktor seperti lingkungan yang tidak sehat dan pola hidup ibunya.

“Biasanya penyebab terjadinya kelainan pada kepala bayi tersebut adalah faktor lingkungan dan adanya faktor genetik. Satu satunya jalan untuk penyembuhan ya harus dengan operasi,” terang Muhadjir kepada wartawan.

Susilowati berharap agar pemerintah dan dermawan membatu meringankan beban biaya operasi anaknnya meski sudah memiliki kartu Jamkesda.

Film Hollywood Menbudpar: Tak Ada Boikot Film Hollywood Senin, 28 Februari 2011 | 15:07 WIB

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHI
Jero Wacik

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan pemerintah tidak memboikot ataupun melarang masuknya film asing atau film Hollywood ke Indonesia.

Menurut Jero, kekisruhan yang terjadi belakangan ini disalahartikan. Pemerintah hanya tengah membicarakan besaran pajak yang sesuai untuk impor film asing.

Jero juga mengatakan distributor film asing, Motion Picture Association (MPA) Asia Pasifik juga telah menegaskan tak ada pemboikotan. “Tak ada pemboikotan, mereka (MPA) enggak bilang akan memboikot. Cuma mereka merasa pajaknya berat. Nah kalau berat, mintanya berapa, gitu kan. Nah, kita kan harus ada negosiasi,” ungkapnya usai raker dengan Komisi X DPR RI, Senin (28/2/2011).

Saat ini, lanjutnya, Dirjen Bea Cukai, Dirjen Pajak dan Kementerian Keuangan tengah membahas besaran pajak impor film yang sesuai.

Jero mengatakan kementeriannya menargetkan penghitungan dan kejelasan pajak impor film yang baru, selesai sebelum akhir Maret.

Menurutnya, dengan pembahasan kembali pajak film impor, pemerintah berharap film Indonesia bisa terlindungi dengan peningkatan produksi. Film asing masih boleh masuk namun dengan besaran pajak yang adil.

Pemerintah menyadari pro-kontra terjadi di dalam masyarakat. Akan tetapi, lanjutnya, pemerintah tak boleh gegabah dengan mempertimbangkan efek jangka pendek dan jangka panjangnya. Oleh karena itu, tak ada pemboikotan atau pelarangan film asing.

Menurut Jero, pelarangan cuma akan menyebabkan bangkrutnya bisnis bioskop yang akan berdampak pada pengurangan lapangan kerja. “Kalau melarang film asing, gedung bioskopnya gimana. Kita belum cukup dengan film Indonesia saja. Kalau dilarang, nanti kekurangan film kita. Nanti, pelan-pelan. Naik dulu film Indonesianya, film asingnya pelan-pelan kita turunkan,” tandasnya.

dapat di lihat di Mbah Google

February

26

Wanita Kesepian

ketika hujan deras turun, sesosok gadis sendirian berdiri di halte bus Saison. ia berdiri sendiri sambil menunggui bus

tautan ke mbah google